LAPORAN AKHIR M3
Hukum Ohm
Hukum Kirchoff
Kirchoff 1
Kirchoff 2
4.Analisa Nodal
Tegangan terukur di Rg 0 karena arus terlalu kecil sedangkan resistansi nya terlalu besaar sehingga tegangan hampir tak terukur
1. Hukum Ohm
Prinsip kerja: Hukum Ohm menyatakan bahwa arus listrik (I) yang mengalir melalui suatu penghantar sebanding dengan tegangan (V) yang diterapkan padanya dan berbanding terbalik dengan hambatan (R) penghantar tersebut.
Rumus:
Penjelasan: Jika tegangan dinaikkan, maka arus meningkat, asalkan hambatan tetap. Jika hambatan naik, arus turun jika tegangan tetap.
2. Hukum Kirchhoff I (Hukum Arus / KCL - Kirchhoff's Current Law)
Prinsip kerja: Jumlah arus listrik yang masuk ke sebuah titik cabang (node) dalam rangkaian listrik sama dengan jumlah arus yang keluar dari titik tersebut.
Rumus:
Penjelasan: Hukum ini didasarkan pada hukum kekekalan muatan listrik. Tidak ada arus yang hilang di node.
3. Hukum Kirchhoff II (Hukum Tegangan / KVL - Kirchhoff's Voltage Law)
Prinsip kerja: Jumlah aljabar dari semua tegangan dalam satu loop tertutup dalam rangkaian listrik sama dengan nol.
Rumus:
Penjelasan: Tegangan sumber dikompensasikan oleh penurunan tegangan pada resistor atau komponen lain. Ini berdasarkan prinsip konservasi energi.
4. Metode Nodal (Nodal Analysis)
Prinsip kerja: Metode nodal menggunakan Hukum Kirchhoff I untuk menganalisis arus di node-node dalam rangkaian. Dengan menentukan tegangan di setiap node relatif terhadap suatu node referensi (ground), kita dapat menyelesaikan sistem persamaan untuk menemukan semua tegangan node.
Langkah-langkah umum:
-
Pilih satu node sebagai ground (tegangan 0).
-
Misalkan tegangan pada node lainnya sebagai variabel.
-
Gunakan KCL (Kirchhoff I) di setiap node yang tidak diketahui.
-
Selesaikan sistem persamaan simultan untuk menemukan tegangan.
1. Bandingkan nilai resistansi terukur dan perhitungan
• R1 = 560 Ω → Perhitungan = 490 Ω → selisih = 70 Ω
• R2 = 1 kΩ → Perhitungan = 975 Ω → selisih = 25 Ω
• R3 = 1 kΩ + 1 kΩ → Perhitungan = 1632.33 Ω → selisih = 433.33 Ω
Perbedaan hasil yang didapat ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti saat pembacaan hasil kurang teliti, kesalahan dalam menggunakan alat, dan kesalahan dalam menginput data.
•Hukum Kirchoff
1. Bandingkan nilai I total perhitungan dengan I total pengukuran
I total pada Kirchoff I adalah 25 mA, sedangkan I total yang dalam perhitungan adalah 23 mA.
Selisih I total perhitungan dengan I total tidak terlalu jauh yang menunjukkan data I cukup akurat dan kemungkinan alat menunjukkan data I (KCL)
2. Bandingkan nilai V total perhitungan dengan V total pengukuran
V total pengukuran pada Kirchoff II adalah 5V dan V total perhitungannya adalah 5V juga.
Ini menunjukkan bahwa pengukuran sangat akurat sesuai dengan hukum Kirchoff II (KVL)
•Nodal
1. Bandingkan nilai resistansi terukur dan terhitung
→ Selisih nilai resistansi terukur cukup jauh. Hal ini kemungkinan disebabkan praktikan tidak melakukan kalibrasi alat ukur sebelum digunakan.
2. Bandingkan tegangan yang terukur dan tegangan perhitungan
→ Selisih tegangan terukur dan tegangan perhitungan sangat jauh. Hal ini disebabkan oleh beberapa kemungkinan seperti kesalahan dalam pengumpulan data dan pembacaan data hasil perhitungan.
Laporan Akhir [Klik Disini]
Video Percobaan Hukum Ohm [Klik Disini]
Video Percobaan Hukum Kirchoff 1 [Klik Disini]
Video Percobaan Hukum Kirchoff 2 [Klik Disini]
Video Percobaan Teorema Nodal [Klik Disini]
Komentar
Posting Komentar